Senin, 11 Maret 2013
I LOVE ISLAM: "ANGGUKAN FITRAH"
I LOVE ISLAM: "ANGGUKAN FITRAH": السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Hai semua,Apa kabar,??? Setelah seharian kita terfokus dengan kesibukan aktif...
"ANGGUKAN FITRAH"
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ
Hai semua,Apa kabar,???
Setelah seharian
kita terfokus dengan kesibukan aktifitas kita,saya akan mengajak anda sekalian
untuk sejenak mencerahkan fikiran kita, dengan mempelajari inti sari dari kitab
kesayangan kita yakni al-qur’an.
Tanpa banyak
cas cis cus.....!!!
Yuk kita
lansung ke TKP...... J
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ
مِنْ بَنِيْ أَدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى
أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ صلى قَالُوْا بَلَى ( الاعراف : ١٧٢ )
Dan ( ingatlah )
ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari sulbi mereka dan
allah mengambil kesaksian dari jiwa mereka (seraya berfirman) “bukankah aku ini
tuhanmu..?” Mereka menjawab : “Betul
(Engkau tuhan kami)”. Al-qur’an surat al A’raaf ayat 172.
Sungguh dalam
hati setiap manusia ada suara hati yang sama, yang di sebut “God-Spot Ataupun Fitrah” yang suara hati itu
senantiasa mengajak ke dalam hal-hal lurus dan positif baik itu dalam pekerjaan dunia ataupun
akhirat.
Coba anda
lihat di sekeliling anda, apakah
kejahatan atau keburukan lebih dominan..? tentu saja tidak.
Mengapa..?
karena dalam hati setiap manusia ada “God-Spot” yang selalu mengajak kepada sesuatu yang
positif, terlepas dari adanya kejahatan ataupun keburukan, hal itu terjadi
karena anda bebas menentukan “prinsip” anda, di sinilah letak perjuangan
kita, dimana kita di tuntut untuk memilih di antara bisikan hati dan bisikan setan.
Mari, saya ajak
anda meluangkan waktu sejenak untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan hati kita.
1.
Suatu ketika anda sedang makan di pinggir jalan, tiba-tiba ada
seorang anak perempuan kecil berusia kira-kira 5 tahun berdiri tepat di depan
anda dan menatap makanan yang sedang anda makan dengan penuh harap,suara hati
apa yang muncul pada saat itu...???
2.
Suatu ketika anda sedang berada di stasiun, kemudian ada seorang
pemuda bertopeng berusaha menjambret tas seorang wanita tua. Perasaan apa yang
anda rasakan saat itu...???
3.
Pada suatu saat, ketika anda sedang berada di pinggir jalan, tiba-tiba
ada seorang pengendara motor menabrak
sebuah mobil, suara hati apa yang timbul di hati anda...???
Jawaban – jawaban yang anda rasakan itu sama dengan apa yang saya
rasakan dan juga sama jawaban semua manusia di muka bumi ini, tidak perduli
apakah ia seorang kaya,miskin,ras apa saja,agama apa saja akan merasakan suara
hati yang sama apabila dalam kondisi fitrah.
Berikut ini saya kemukakan jawaban –jawaban suara hati itu:
1. Adalah
suara hati kita yang mendorong kita “ingin memberikan” makanan yang sedang
kita makan.
2. Adalah
suara hati ingin “menolong” wanita tersebut.
3. Adalah
suara hati yang ngeri dan “pingin segera menolongnya” bahkan tanpa dapat
di tahan kita akan segera berlari menolonganya.
Itu semua itu terjadi begitu saja pada hati kita tanpa kita
sadari bahkan tanpa kita sadari pula kepala kita mengangguk setuju dengan
jawaban ini, karena apa...???
Itulah
bukti bahwa didalam diri kita tersimpan “God-Spot” .
dan “God-Spot” di dapat pada saat sebelum manusia terlahir
ke muka bumi ini.
Menurut
kitab al-qur’an,sebelum manusia di ciptakan (terlahir) ke muka bumi ini, ruh
manusia telah mengadakan perjanjian dengan Allah Swt, Allah bertanya kepada ruh
manusia :”Bukankah aku ini tuhanmu..?” lalu ruh manusia menjawab : “Betul
(Engkau tuhan kami)”..
Bukti
adanya perjanjian ini menurut Prof.Dr.N.Dryarkara, S.J. ialah adanya suara hati manusia, suara hati itu adalah suara tuhan
yang terekam didalam jiwa manusia.
Karena
itu jika manusia hendak berbuat tidak baik, pasti hati nuraninya akan melarangnya,
sebab tuhan tidak suka kalau manusia
berbuat tidak baik, kalau manusia tetap mengerjakan perbuatan yang tidak baik
itu maka suara hatinya akan bernasihat. Dan kalau sudah selesai pasti akan
menyesal. Mac Scheler mengatakan
: “penyesalan adalah ‘tanda kembali’ kepada tuhan.”
Akan
tetapi ada kalanya suara hati itu tertutup, manusia sering mengabaikan
pengakuan ini, yang justru mengakibatkan dirinya terjerumus kedalam kejahatan
,kerusakan,kekerasan,kehancuran,dan lain-lain yang pada akhirnya mengakibat
kegagalan, bahkan bukan hanya kegagalan dunia saja, akhirat pun ikut menjadi
gagal total.
So,
akankah kita tinggalkan fitrah kita sebagai raja yang membawa kesejahteraan di
muka bumi ini....???
He....
He.... He.....
Jangan terlalu serius gitu donk, ini
kan selingan....!!!!
Eh ,,,, udah dulu ya....!!!
Dah
malam nich.....!!!!
Akhir
kata :” good night all”
Bye.....
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Sabtu, 09 Maret 2013
Kekuatan Prinsip
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ
تَفْشَلاَلاوَاللهُ وَلِيُّهُمَا ط وَعَلَى اللهِ
فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ ( ال عمران : ١٢٢ )
Artinya: (Ingatlah) ketika dua golongan daripadamu hampir
kehilangan semangat,(dan ingin mengundurkan diri), sedangkan ALLAH
melindunginya. Kepada ALLAH hendaknya orang mu’min tawakkal. - Al-qur’an surat Ali Imron (Keluarga Imron),ayat
122.
Terkadang
seseorang di uji keteguhan hatinya oleh tuhan, di mana saat itu kita seakan
tidak mampu memegang teguh prinsip kita atau tidak mampu merealisasikan
prinsipnya itu, hal itu wajar saja kawan,,,
Hampir setiap seorang di antara kita pernah mengalaminya, tapi apakah yang terjadi setalah kita meyakinkan diri ini dengan prinsip kita, apakah kemudian kita mati...??? :)
atau tubuh kita hancur berantakan seketika....??? :)
ternyata tidak.... ;)
Hampir setiap seorang di antara kita pernah mengalaminya, tapi apakah yang terjadi setalah kita meyakinkan diri ini dengan prinsip kita, apakah kemudian kita mati...??? :)
atau tubuh kita hancur berantakan seketika....??? :)
ternyata tidak.... ;)
Hal ini pun terjadi kepada saya, saat saya
hendak menuliskan tentang kekuatan prinsip ini, saya pun mengalami
peperangan batin yang sangat dahsyat, di satu sisi saya ingin berbagi ilmu yang
di anugrahkan tuhan kepada saya dan pada sisi yang lain saya merasa tidak
mampu, tapi kemudian saya kuatkan prinsip saya bahwa “Orang yang di beri
anugerah ilmu oleh tuhan dan mau mengamalkannya” akan di beri-NYA ilmu-ilmu
yang belum di ketahui oleh orang tersebut.
Maka kemudian saya
kuatkan prinsip ini dan saya beranikan diri untuk menuliskan “kekuatan
prinsip” ini, Lalu apakah karena saya memaksakan prinsip ini lalu
saya mati...???
atau tubuh saya hancur berantakan...??? kalau jawaban anda adalah iya, maka tulisan ini tidak akan pernah mampir di mata anda... :v :v :v
betul,,,, betul,,,,,,betul...????
atau tubuh saya hancur berantakan...??? kalau jawaban anda adalah iya, maka tulisan ini tidak akan pernah mampir di mata anda... :v :v :v
betul,,,, betul,,,,,,betul...????
Maka dari itu
ternyata memegang teguh “prinsip” itu manis, kawan,,,!! :)
Apa yang saya alami ini
sekiranya bisa menjelaskan bahwa sebuah
kejadian atau sepotong kalimat,atau sebuah keterangan mampu mengubah pradigma
berpikir seseorang.
Karena sesungguhnya tuhan
menciptakan manusia, di dalam dirinya ia di karuniai sebuah jiwa, dimana dengan
jiwa tersebut tiap orang bebas memilih sikapnya baik ia mau bereaksi baik atau
buruk,bereaksi positif atau negatif ,bereaksi marah atau sabar,bereaksi
melakukan tindakan atau diam seribu bahasa.
kitalah sebenarnya yang bertanggung jawab penuh atas reaksi diri kita,sikap kita dan keputusan kita sehingga jika kita tidak bisa mengendalikan managamen jiwa kita,maka kita akan menjadi korban dari ketidak mampuan mengendalikan dan memegang teguh prinsip.
kitalah sebenarnya yang bertanggung jawab penuh atas reaksi diri kita,sikap kita dan keputusan kita sehingga jika kita tidak bisa mengendalikan managamen jiwa kita,maka kita akan menjadi korban dari ketidak mampuan mengendalikan dan memegang teguh prinsip.
Lalu apakah kita akan tenang,apakah
kita akan santai saja, dengan memandang orang lain berhasil berkat ia bisa
memanage dan teguh memegang prinsipnya, sementara kita 0 besar
karena kita selalu terombang ambing
dalam setiap langkah kita.
Ingat kawan,,,,! :)
dengan kita memegang teguh dan
memanage prinsip kita untuk senaniasa berbuat,melangkah, ke sesuatu hal yang positif, maka hal itu akan mendatangkan
keuntungan yang tiada tara, baik di dunia maupun di akhirat kelak....
So’ .....!
masihkah kita terombang ambing dalam
keraguan...?
Masihkah kita tiada bisa mengatur
perinsip kita....?
Masihkah kita rela membiarkan diri
kita, hanya seperti ini+seperti ini+seperti ini dan terus seperti ini....???
Setelah membaca artikel ini saya
berharap :
Kita tak akan lagi terombang ambing
dalam keraguan.
Kita senantiasa bisa mengatur
prinsip kita.
Kita tiada pernah rela, membiarkan
diri kita dalam kerugian,keburukan,kemerosotan moral,kemiskinan iman,kemiskinan
ilmu,kemiskinan amal,kemiskinan harta dan segala sesuatu yang timbul akibat
dari tidak bisa mengatur prinsip kita.
Ketika kita memandang keberhasilan
orang lain,yang ada di fikiran kita jangan “IRI” tapi seharusnya ada
adalah cita” untuk melakukan atau mendapatkan apa yang di lakukan atau di dapat
orang lain.
Memang sih dalam hal ini,perbedaan
antara iri dan cita” untuk
melakukan atau mendapatkan apa yang di lakukan atau di dapat orang lain,
sangatlah tipis tapi dalam perbedaan yang sangat tipis itu justru dua hal yang
sangat berlawanan...
Seorang yang iri,dia hanya mempunyai
keinginan di iringan dengan kebencian akan tetapi tidak mengajaknya untuk
melakukan hal yang positif justru sebaliknya akan mengajaknya kepada
hasud,kalau seseorang sudah dalam kategori hasud, maka, ya hancurlah...
Hancur dunia hancur pula akhiratnya.
Sedangkan seseorang yang memiliki cita”
untuk melakukan atau mendapatkan apa yang di lakukan atau di dapat orang lain,
ia akan senantiasa berusaha dan bekerja keras demi terwujudnya cita-citanya
itu.
Maka,dalam hal ini pun kita di
tuntut untuk menentukan dan mengatur prinsip kita, apakah kita akan memilih cita”
sebagai prinsip kita, atau bahkan
justru iri lah yang mendominasi langkah kita.
Setelah kita bisa memilih cita”
sebagai prinsip kita, maka kini
saatnya kita wukudkan cita-cita kita dengan usaha + kerja keras + do’a.
Setelah itu semua kita lakukan, maka
saatnya kita sekarang adalah “tawakkal” atau pasrah kepada yang mengatur segala
sesuatu yakni tuhan yang maha esa Allah SWT.
Duch
kakak-kakak,adik-adik,bapak-bapak,ibu-ibu,kakek-kakek,nenek-nenek, yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik udah
dulu ya postingannya.
Semoga Allah selalu memberikan
hidayah dan inayah-NYA kepada kita, sehingga kita bisa senantiasa
melangkah,berbuat,bekerja dll yang positif-positif amin ya rrobbal’alamin.
Bila ada jarum yang patah
Jangan di simpan di dalam peti
Bila ada kata-kata yang salah
Jangan di laporkan pada polisi
Ea.....Ea.....Ea......!!!!
Please......!!!!
Dan akhirnya
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
“ Mari kita
pegang teguh prinsip”
Jumat, 08 Maret 2013
siapa kenali dirinya maka,ia kan mengenal tuhannya
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
“Siapa kenali dirinya maka,ia kan mengenal tuhannya”
Saudaraku...!!!
Sudahkah anda kenal siapa diri anda...???
Terlintas di benak kita ,pertanyaan ini kayaknya nyeleneh banget ya...! bagaimana
tidak, siapa sih yang tidak kenal siapa dirinya sendiri, bahkan sesuatu yang
orang lain gak tau sekalipun,kita justru sangat faham dan kenal...!!!
Maka ketika anda di
tanya dengan petanyaan ini, maka anda pun akan menjawab :”ya kenal lah..!”
Nama gue PAIJO rumah Gue di balik papan dan bla.... bla,,,, bla.....!!!! J
Eits...!!!
Tunggu dulu....!!!
Walaupun jawaban anda tidak salah, alias Betul BGT+DECH....
Tapi pernahkah anda mengenali jati diri anda,apa tujuan hidup anda di
dunia ini,dari mana anda berasal,siapa yang memberi anda
mata,tangan,kaki,telinga,dan segala yang anda sekarang merasa memilikinya....???
Sehingga jika suatu ketika ada seseorang yang tiba-tiba meminta kedua
buah bola mata anda,anda akan secara tegas menjawabnya : “tidak”....
Waduh....!!
Kalau yang ini sih,gak usah anda, saya pun kalau ada yang tiba-tiba
minta dua mata saya,saya akan secara tegas mengatakan “tidak”... J
He..... he..... he.......
Tapi pernahkah anda
berjumpa dengan seorang gadis kecil,yang dekil,matane mecicil,yang menengadahkan
tangannya, hanya sekedar meminta uang recehan yang ada di saku anda...?
Mungkin, anda akan menjawab,”ya” saya pernah berjumpa, lalu apa yang
anda lakukan ...?
Memberinya...? pura-pura tak tau...? pura-pura tidur...? atau bahkan
anda mengusirnya...?
Kalau hal negatif yang anda lakukan, maka saya akan mengatakan:”oh,,,
ternyata anda belum mengenali diri anda.”
Kok bisa....?
Yo mesthi iso....!!!
Ada sebuah kata mutiara yang berasal dari bahasa arab yang bunyinya: مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ
فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ yang artinya : siapa yang mengenal
dirinya,maka iapun kan mengenal tuhannya.
Saya ibaratkan, suatu ketika anda jatuh cinta
pada seseorang, kemudian anda dengan segenap kemampuan anda, anda ingin
memilikinya.
Anda berusaha menarik hatinya,
Dari mulai memberi hadiah sampai anda berubah menjadi sosok yang bukan
diri anda, akan tetapi ada satu yang anda lupakan,yaitu anda tidak mengetahui
apa sich yang ia sukai dan apa sih yang ia benci.
Sehingga pada suatu
ketika,anda memberikannya sebuah hadiah berupa sebuah boneka panda, dengan
harapan ia kan merasa bahagia,anda rela mengeluarkan uang 300rb untuk
membelinya, sedangkan uang 300ribu tersebut adalah uang terahir yang anda
miliki pada bulan ini,, karena demi dia yang di cinta maka, 300rb pun anda
korbankan...
“wajar” memang itu sudah menjadi hukum alam, bahwa orang yang
mencinta,akan rela berjuang dan orang yang berjuang pasti akan rela berkorban,
begitu pun dengan anda.
Tapi mau apa di kata,
ternyata ia yang anda cinta, sangat takut kepada yang namanya panda,dan semua
yang ada hubungannya dengan panda,sehingga apakah ia akan menerima hadiah anda
tersebut...???
Wah....wah....wah....
Ga’ di usir dari rumahnya aja sudah untung....!!!
Maksudnya apa nich,,,???
Kenapa sampe jatuh cinta segala....???
Apa hubungannya...???
Jelas ada hubungannya atuh neng,....!! J J J
Seperti kata mutiara
yang telah saya sampaikan tadi, siapa kenali dirinya,ia mengetahui mengenali
jati dirinya,apa tujuan hidupnya di dunia ini,dari mana ia berasal,siapa yang
memberinya mata,tangan,kaki,telinga,dan segala yang ia sekarang merasa
memilikinya maka, ia akan mengenal tuhannya.
Maka tatkala seseorang
mengenal tuhannya,yaitu dzat yang senantiasa di harapkan segala anugrahNYA maka
mustahil ia akan melakukan sesuatu yang tiada di sukai oleh tuhannya.
Maka tugas kita
sekarang adalah : mari kita kenali siapa diri ini,siapa yang telah memberikan
segala yang kita miliki sekarang ini,apakah kita akan hidup selamanya di bumi
ini,dan apakah yang akan kita peroleh setelah nyawa terpisah dari tubuh
ini,rido-NYA atau murka-NYA...???
Dengan begitu maka,
kita memposisikan diri kita senantiasa mencari ridho tuhan yang maha esa...
Ech,,, udah dulu ya...!!!
Kapan-kapan kita sambung lagi, akhir kata.
Segala kesalahan mohon di maafkan dan
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
وَبَرَكَاتُهُ
Langganan:
Postingan (Atom)